<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kesatryabesti &#8211; Kesatryabesti</title>
	<atom:link href="https://kesatryabesti.com/author/kesatryabesti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kesatryabesti.com</link>
	<description>Kesatryabesti Menuju Sumbar Bebas Stunting</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Aug 2024 01:05:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/06/cropped-Proyek-Baru-32x32.png</url>
	<title>kesatryabesti &#8211; Kesatryabesti</title>
	<link>https://kesatryabesti.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LITERASI DIGITAL</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/literasi-digital/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/literasi-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jul 2024 01:22:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=517</guid>

					<description><![CDATA[Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumbar berdasarkan data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) naik 475 persen dari awalnya 14,17 pada 2021 menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumbar berdasarkan data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) naik 475 persen dari awalnya 14,17 pada 2021 menjadi 67,33 pada 2022 sehingga menempatkan provinsi itu pada peringkat 14 secara nasional. Sebelumnya tingkat indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Provinsi Sumbar juga menjadi yang tertinggi di Sumatera pada 2022 dengan nilai 66,87, naik dari tahun 2021 yang hanya 61,15.</p>



<p><strong><u>LITERASI</u></strong></p>



<p>Menurut National Institute for Literacy, Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan Masyarakat.</p>



<p><strong><u>JENIS-JENIS LITERASI DASAR</u></strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Literasi Baca Tulis: Kecakapan Membaca dan menulis</li>



<li>Literasi Numerasi: Kecakapan Berhitung</li>



<li>Literasi Sains: Kecakapan penggunaan Pengetahuan Alam</li>



<li>Literasi Digital: Kecakapan Penggunaan media digital</li>



<li>Literasi Finansial: Kecakapan pengelolaan keuangan</li>



<li>Literasi Budaya dan Kewargaan: Kecakapan berbudaya dan bersosialisasi</li>
</ol>



<p><strong><u>LITERASI DIGITAL</u></strong></p>



<p>Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.</p>



<p><strong><u>4 PILAR LITERASI DIGITAL</u></strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Digital Skills: Memahami perangkat keras dan lunak TIK, serta sistem operasi digital</li>



<li>Digital Culture: Mampu membangun wawasan kebangsaan dalam berinteraksi di ruang digital</li>



<li>Digital Ethics: Menyesuaikan diri, berfikir rasional dan mengutamakan netiket</li>



<li>Digital Safety: Meningkatkan kesadaran perlindungan dan keamanan data pribadi</li>
</ol>



<p><strong><u>KOMPONEN LITERASI DIGITAL</u></strong></p>



<p>Menurut Steve Wheeler dalam tulisannya berjudul &#8220;Digital Literacies for Engagement in Emerging Online Cultures “terdapat sembilan komponen yang termuat dalam literasi digital, yaitu:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li><strong>Social Networking Media</strong>: sosial bisa menjadi sumber informasi, namun perlu kecermatan dalam menyaring informasi yang beredar. Kemampuan memanfaatkan fitur di media sosial menjadi salah satu hal penting yang mesti dimiliki.</li>



<li><strong>Transliteracy</strong>: Memanfaatkan berbagai platform untuk menggubah konten. Komponen ini mengutamakan kemampuan komunikasi dengan media sosial.</li>



<li><strong>Maintaining Privacy:</strong> Cyber-crime menjadi salah satu jenis kejahatan di dunia internet yang mesti dipahami, khususnya agar data-data pribadi tetap terlindungi.</li>



<li><strong>Managing Digital Identity:</strong> Bagaimana seorang pengguna internet menggunakan indentitas secara tepat.</li>



<li><strong>Creating Content:</strong> Kemampuan pengguna platfrom dalam membuat konten di internet.</li>



<li><strong>Organising and Sharing Content:</strong> Berkaitan dalam hal mengatur dan membagikan konten informasi agar lebih mudah disebarkan ke publik.</li>



<li><strong>Reusing:</strong> Mengutamakan bagaiman penggguna platform dapat membuat dan mengolah kembali konten yang ada agar dapat dipergunakan kembali sesuai kebutuhan.</li>



<li><strong> Filtering and Selecting Content:</strong> Kemampuan mencari dan menyaring informasi di dunia internet.</li>



<li><strong>Self-Broadcasting:</strong> Bagaimana seseorang dapat membagikan ide atau gagasannya melalui berbagai platform dengan tepat dan aman.</li>
</ol>



<p><strong><u>MANFAAT DAN CONTOH LITERASI DIGITAL</u></strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li> Menambah keterampilan baru lebih mudah, efektif, dan hemat biaya. Contohnya mencari percobaan sains dengan melihat tutorial di internet. Dapat menghemat pemakaian kertas melalui gawai. Contohnya membaca buku elektronik untuk menghemat kertas dan lingkungan.</li>



<li>Mudah mendapatkan informasi terkini dan dibagikan dengan cepat. Contohnya membaca informasi seputar kondisi lalu lintas terkini, memakai aplikasi.</li>



<li>Belajar bahasa dan menulis lebih efisien. Contohnya mencari kata tertentu lewat aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).</li>



<li>Bisa memilih keputusan lebih cepat dan tepat. Contohnya membandingkan harga produk melalui website.</li>



<li>Dapat menghemat biaya anggaran belanja dan keuangan. Contohnya anda bisa mengikuti keuangan dan membeli barang ketika diskon di toko online.</li>



<li>Referensi dan sumber belajar bisa dicari melalui internet. Lebih mudah dan praktis asal terhubung dengan internet.</li>



<li>Bisa memperluas jaringan pertemanan. Contohnya pemakaian media sosial bisa menambah teman baru sampai lintas negara. Media sosial memudahkan komunikasi tanpa terbatas oleh waktu.</li>
</ol>



<p><strong><u>PLATFORM LITERASI DIGITAL</u></strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Youtube</li>



<li>Website Kementrian Kesehatan Indonesia ataupun Departemen Kesehatan Propinsi / Kota</li>



<li>Google</li>



<li>Media Sosial lain dengan tajuk Kesehatan</li>



<li>Website dan Aplikasi Kesatrya Besti (<a href="https://kesatryabesti.com/">https//kesatryabesti.com</a>)</li>
</ol>



<p>Kesatria Besti (Keluarga Sehat Masyarakat Berdaya Bebas Stunting) merupakan Program Intervensi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Di Sumatera Barat melalui peningkatan literasi digital, pemberdayaan lahan marginal, dan diversifikasi produk. Tujuan utama dari pelaksanaan ketiga program tersebut adalah untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan stunting di Sumatera Barat melalui pembentukan keluarga sehat dan pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan dan berkelanjutan.</p>



<p>Sasaran program&nbsp;<strong>KesatryaBesti</strong>&nbsp;adalah ibu hamil, ibu balita, dan remaja yang berasal dari keluarga beresiko stunting dan keluarga yang memiliki Balita Stunting. Cakupan implementasi program ini adalah Sumatera Barat, namun sebagai Pilot Project meliputi Kabupaten Lima puluh Kota dan Kabupaten Agam.</p>



<p>Dalam <a href="https://kesatryabesti.com/">https://kesatryabesti.com/</a> juga dilengkapi aplikasi bagi Tenaga pendamping Keluarga (TPK) untuk mengukur dan mendata Balita stunting atau beresiko stunting yang ada di wilayah kerjanya, sehingga diapat dipantau perkembangan berat badan dan tinggi badan secara periodic.</p>



<p><strong>UPAYA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL</strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Tahun 2021 Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Literasi Digital Nasional untuk memastikan 196,7 juta warganet di Indonesia mampu mengoptimalkan kebermanfaatan internet, dan semakin cakap digital. (Mimbar Sumbar, <a href="https://mimbarsumbar.id/program-literasi-digital-wujudkan-indonesia-terkoneksi-semakin-maju/">https://mimbarsumbar.id/program-literasi-digital-wujudkan-indonesia-terkoneksi-semakin-maju/</a> , 21 Mei 2021)</li>



<li>Tahun 2023 Pemerintah Propinsi Sumatera Barat melakukan penguatan integrasi dan interoperabilitas arsitektur Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) yang tidak saja terhubung ke pusat tetapi juga ke Tingkat Nagari. Program ini dinilai meningkatkan literasi digital Masyarakat dengan bukti dianugrahinya Propinsi Sumatera Barat dengan dua penghargaan dari Kementrian Kominfo RI atas andil Pemprov Sumbar mewujudkan pemerintah berbasis elektronik melalui layanan jaringan intra pemerintah dan pemanfaatan layanan mail multidomain.(Padek, <a href="https://padek.jawapos.com/advertorial/2363765756/sumbar-raih-dua-penghargaan-digital-governance-jadi-yang-terhebat-di-pulau-sumatera">https://padek.jawapos.com/advertorial/2363765756/sumbar-raih-dua-penghargaan-digital-governance-jadi-yang-terhebat-di-pulau-sumatera</a> , Rabu 18 Oktober 2023)</li>



<li>Tahun 2023  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan Provinsi Sumatra Barat yang bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif dan produktif serta berkarakter sehingga dapat meningkatkan kemampuan <em>hard skill </em>dan <em>soft skill</em> sehingga dapat memaksimalkan manfaat dari internet dan meminimalisir dampak negatif internet. (Makin Cakap Digital, <a href="https://maintenance.literasidigital.id/publikasi/berita/kick-off-literasi-digital-sektor-pendidikan-kepada-tendik-sumbar">https://maintenance.literasidigital.id/publikasi/berita/kick-off-literasi-digital-sektor-pendidikan-kepada-tendik-sumbar</a> , 14 Juni 2023)</li>
</ol>



<p></p>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/literasi-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permasalahan Stunting di Indonesia dan Penyelesaiannya</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/ayo-peduli-partisipasi-dan-pahami-cegah-stunting-duplicate-71/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/ayo-peduli-partisipasi-dan-pahami-cegah-stunting-duplicate-71/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 04:37:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=182</guid>

					<description><![CDATA[Guna mewujudkan Indonesia Maju 2045, maka setiap permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini harus dapat diatasi bersama. Salah satu permasalahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Guna mewujudkan Indonesia Maju 2045, maka setiap permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini harus dapat diatasi bersama. Salah satu permasalahan yang dihadapi pada saat ini yaitu <em>Stunting</em>. Sebelum membahas lebih jauh, maka perlu diketahui definisi dari <em>Stunting</em>. Menurut WHO, <em>stunting&nbsp;</em>adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.</p>



<p>Sebenarnya, permasalahan <em>Stunting</em> ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Dikutip dari www.antaranews.com, disebutkan bahwa WHO mengestimasikan jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah (prevalensi) <em>Stunting</em> (balita kerdil) di seluruh dunia sebesar 22 persen &nbsp;atau sebanyak 149,2 juta jiwa pada tahun 2020. Di Indonesia, berdasarkan data <em>Asian Development Bank</em>, pada tahun 2022 persentase <em>Prevalence of Stunting Among Children Under 5 Years of Age</em> di Indonesia sebesar 31,8 persen. Jumlah tersebut, menyebabkan Indonesia berada pada urutan ke-10 di wilayah Asia Tenggara.&nbsp; Selanjutnya pada tahun 2022, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka <em>stunting</em> Indonesia berhasil turun menjadi 21,6 persen.</p>



<p>Mengingat pentingnya permasalahan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam sambutan di Pembukaan Rapat Kerja Nasional Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dan Penurunan Stunting di Auditorium BKKBN Halim Perdanakusuma Jakarta (tanggal 25 Januari 2023), menyampaikan bahwa dampak&nbsp;<em>stunting</em>&nbsp;ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah nanti rendahnya kemampuan anak untuk belajar, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak. Oleh karena itu, diharapkan target persentase <em>stunting</em> di Indonesia pada tahun 2024 dapat turun hingga 14 persen . Presiden Republik Indonesia juga yakin bahwa dengan kekuatan bersama maka angka itu bukan angka yang sulit untuk dicapai, asal semuanya bekerja bersama-sama.</p>



<p>Secara rinci, data s<em>tunting</em> per wilayah provinsi di Indonesia pada tahun 2022, sebagaimana tabel berikut:</p>



<figure class="wp-block-table"><table><tbody><tr><td>NO</td><td>PROVINSI</td><td>PREVALENSI ( persen )</td></tr><tr><td>1</td><td>Aceh</td><td>31,2</td></tr><tr><td>2</td><td>Sumatera Utara</td><td>21,1</td></tr><tr><td>3</td><td>Sumatera Barat</td><td>25,2</td></tr><tr><td>4</td><td>Riau</td><td>17</td></tr><tr><td>5</td><td>Jambi</td><td>18</td></tr><tr><td>6</td><td>Sumatera Selatan</td><td>18,6</td></tr><tr><td>7</td><td>Bengkulu</td><td>19,8</td></tr><tr><td>8</td><td>Lampung</td><td>15,2</td></tr><tr><td>9</td><td>Kepulauan Bangka Belitung</td><td>18,5</td></tr><tr><td>10</td><td>Kepulauan Riau</td><td>15,4</td></tr><tr><td>11</td><td>DKI Jakarta</td><td>14,8</td></tr><tr><td>12</td><td>Jawa Barat</td><td>20,2</td></tr><tr><td>13</td><td>Jawa Tengah</td><td>20,8</td></tr><tr><td>14</td><td>DI Yogyakarta</td><td>16,4</td></tr><tr><td>15</td><td>Jawa Timur</td><td>19,2</td></tr><tr><td>16</td><td>Banten</td><td>20</td></tr><tr><td>17</td><td>Bali</td><td>8</td></tr><tr><td>18</td><td>Nusa Tenggara Barat</td><td>32,7</td></tr><tr><td>19</td><td>Nusa Tenggara Timur</td><td>35,3</td></tr><tr><td>20</td><td>Kalimantan Barat</td><td>27,8</td></tr><tr><td>21</td><td>Kalimantan Tengah</td><td>26,9</td></tr><tr><td>22</td><td>Kalimantan Selatan</td><td>24,6</td></tr><tr><td>23</td><td>Kalimantan Timur</td><td>23,9</td></tr><tr><td>24</td><td>Kalimantan Utara</td><td>22,1</td></tr><tr><td>25</td><td>Sulawesi Utara</td><td>20,5</td></tr><tr><td>26</td><td>Sulawesi Tengah</td><td>28,2</td></tr><tr><td>27</td><td>Sulawesi Selatan</td><td>27,2</td></tr><tr><td>28</td><td>Sulawesi Tenggara</td><td>27,7</td></tr><tr><td>29</td><td>Gorontalo</td><td>23,8</td></tr><tr><td>30</td><td>Sulawesi Barat</td><td>35</td></tr><tr><td>31</td><td>Maluku</td><td>26,1</td></tr><tr><td>32</td><td>Maluku Utara</td><td>26,1</td></tr><tr><td>33</td><td>Papua Barat</td><td>30</td></tr><tr><td>34</td><td>Papua</td><td>34,6</td></tr></tbody></table></figure>



<p><em>Sumber: https://databoks.katadata.co.id/</em></p>



<p>Dalam rangka penyelesaian masalah <em>Stunting</em> ini, maka Pemerintah Pusat dan Daerah menerapkan aksi konvergensi intervensi, yang terdiri dari delapan tahapan, antara lain:</p>



<p>Aksi 1:&nbsp; Melakukan identifikasi sebaran <em>stunting</em>, ketersediaan program, dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi.</p>



<p>Aksi 2:&nbsp; Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi.</p>



<p>Aksi 3:&nbsp; Menyelenggarakan rembuk <em>stunting</em> tingkat kabupaten/kota.</p>



<p>Aksi 4:&nbsp; Memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi.</p>



<p>Aksi 5:&nbsp; Memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa.</p>



<p>Aksi 6:&nbsp; Meningkatkan sistem pengelolaan data <em>stunting</em> dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota.</p>



<p>Aksi 7:&nbsp; Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka <em>stunting</em> kabupaten/kota.</p>



<p>Aksi 8:&nbsp; Melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan <em>stunting</em> selama satu tahun terakhir.</p>



<p>Selain Pemerintah Pusat dan Daerah, program penurunan <em>Stunting</em> ini juga perlu dukungan dan partisipasi dari masyarakat, organisasi / lembaga swasta, dan universitas, melalui gerakan masyarakat sadar s<em>tunting</em> untuk pencegahan dan pemberantasan <em>Stunting</em>. Upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan s<em>tunting</em> antara lain:</p>



<p>1.&nbsp; Edukasi tentang pola makan yang seimbang dan asupan gizi yang cukup pada anak-anak dan ibu hamil serta upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang <em>stunting</em> dan dampak buruknya pada pertumbuhan dan perkembangan anak;</p>



<p>2.&nbsp; Peningkatan akses pada: layanan kesehatan (termasuk pemeriksaan rutin dan imunisasi bagi anak-anak), air bersih, dan sanitasi yang memadai, serta ketersediaan dan akses pada bahan makanan yang kaya nutrisi, seperti sayuran dan buah-buahan.</p>



<p>3.&nbsp; Edukasi terkait pemenuhan kebutuhan gizi sejak hamil, pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan dan informasi terkait MPASI yang sehat;</p>



<p>4.&nbsp; Edukasi terkait pentingnya pemantauan perkembangan anak dan memeriksakan anak ke posyandu secara teratur.</p>



<p>5.  Edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.</p>



<p></p>



<p>(Ditulis oleh Penilai Ahli Pertama KPKNL Pontianak, Andi Hakim AR)</p>



<p>sumber : <a href="https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pontianak/baca-artikel/16261/Permasalahan-Stunting-di-Indonesia-dan-Penyelesaiannya.html">https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pontianak/baca-artikel/16261/Permasalahan-Stunting-di-Indonesia-dan-Penyelesaiannya.html</a></p>



<p>(Ditulis oleh Penilai Ahli Pertama KPKNL Pontianak, Andi Hakim AR)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/ayo-peduli-partisipasi-dan-pahami-cegah-stunting-duplicate-71/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NUGGET DAGING ITIK DENGAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BALITA TERDAMPAK STUNTING</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/nugget-daging-itik-dengan-tepung-daun-kelor-sebagai-pangan-fungsional-balita-terdampak-stunting/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/nugget-daging-itik-dengan-tepung-daun-kelor-sebagai-pangan-fungsional-balita-terdampak-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 14:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=397</guid>

					<description><![CDATA[Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan berbagai bentuk masalah gizi diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya.</p>



<p>Itik lokal unggul diharapkan dapat menjadi sumberdaya ekonomi dan meningkatkan pendapatan peternak itik lokal, sehingga kesejahteraannya meningkat. Hal ini disebabkan itik terbukti tahan terhadap penyakit dibandingkan jenis unggas lain, dan pemeliharaannya idak membutuhkan modal besar seperti halnya ternak ruminansia.  Itik merupakan penghasil daging, telur dan juga bulu, itik dapat hidup dan berkembang biak dengan pakan yang sederhana sesuai dengan potensi wilayah.</p>



<p>Tanaman Kelor (<em>Moringa oleifera</em>) memiliki nama lain, diantaranya kelor (jawa, sunda, bali, lampung, kilor (lampung), murong (aceh), munggai (sumatera barat), kerol (buru), marangghi (madura), moltong (flores), kelo (gorontalo), keloro (bugis), kawano (sumba), kelo (ternate, tidore), ongge (bima) dan hau fo (timor). Berdasarkan uji fitokimia pada daun kelor adalah positif mengandung flavonoid [3]. Setiap bagian tanaman Kelor memiliki kandungan kimia yag bervariasi, daun dan biji serta bunga tanaman ini banyak digunakan sebagan bahan untuk pangan fungsional (food fortificant) dalam pembuatan roti, biskuit, yoghurt, keju atau sup. Kelor juga kaya akan antioksidan, Pangan yang mengandung antioksidan sangat dianjurkan untuk mempertahankan fungsi kekebalan dan mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.</p>



<p>Analisis laboratrium dari daun Kelor juga menunjukkan kandungan protein 33,89% dalam Bahan Kering dengan antoksidan 239,42.</p>



<p>Daging itik juga memiliki kelebihan kandungan mineral terutama zat besi yang mampu memenuhi sekitar 50% kebutuhan harian tubuh orang dewasa dibanding daging ayam yang hanya 9%. Daging itik juga mengandung vitamin B, C dan antioksidan, sedangkan daging ayam tidak ada sama sekali [10]. Nugget adalah jenis olahan daging restrukturisasi yaitu daging yang digiling dan di bumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti (breading), dan di goreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan.</p>



<p>Nugget adalah jenis olahan daging restrukturisasi yaitu daging yang digiling dan di bumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti (breading), dan di goreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Nugget daging itik dengan penambahan tepung daun Kelor yang dilengkapi dengan Jamur tiram putih, akan menambah pangan fungsional di masyarakat Indonesia, yang kaya gizi dan zat bioaktif.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil intervensi terhadap balita stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nugget daging itik dengan re call 2 X 24 jam selama 3 bulan, telah mampu meningkatkan berat badan dan tinggi badan balita atau Antropometri Balita seperti dijelaskan pada Tabel 1 .</p>



<p><strong>Tabel 1. Rataan nilai Antropometri pada Balita Stunting antara usia 2 – 4 tahun.</strong></p>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><tbody><tr><td><strong>Indikator</strong></td><td><strong>Hasil intervensi</strong></td><td><strong>Standar Balita stunting<sup>*</sup></strong></td></tr><tr><td>Selisih Berat awal- akhir</td><td>0,45 kg</td><td>0,40 kg</td></tr><tr><td>Selisih Tinggi awal-akhir</td><td>0,15 m</td><td>0,10 m</td></tr><tr><td>Rata-rata Indeks Masa Tubuh awal</td><td>0,2</td><td>0,15</td></tr></tbody></table></figure>



<p>Ket: <sup>*</sup>Standar balita stunting berdasarkan PMK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri anak</p>



<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi yang ada dalam nugget itik dengan foritifikasi tepung daun kelor cukupBerisi output dan outcome yang diperoleh seperti yang terlihat pada Tabel 2.</p>



<p><strong>            Tabel 2. Perbandingan kandungan Nutrisi produk Nugget dengan standar</strong></p>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><tbody><tr><td><strong>Nutrisi</strong></td><td>N<strong>ilai (/100g)</strong></td><td><strong>Standar (/100g)*</strong></td><td><strong>Standar (/100g)**</strong></td></tr><tr><td>Kalori</td><td>467 kkal</td><td>Minimum 400 kkal</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Protein Kasar</td><td>14,91 – 20,38 g</td><td>8 – 12 g</td><td>9– 12 g</td></tr><tr><td>Lemak</td><td>16,31 g</td><td>10 – 18 g</td><td>Maksimal 20 g</td></tr><tr><td>Kolesterol</td><td>24,1 mg</td><td>&#8211;</td><td>&#8211;</td></tr><tr><td>Serat kasar</td><td>16,22 g</td><td>Maksimum 5</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Sukrosa</td><td>0,98 g</td><td>Maksimum 20</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Calsium</td><td>335 mg</td><td>225-450 mg</td><td>Maks 500 mg</td></tr><tr><td>Phospor</td><td>234 mg</td><td>180-275 mg</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Fe</td><td>5,7 mg</td><td>4,0 – 7,0 mg</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Zn</td><td>1,7 mg</td><td>2,0 – 3, 75 mg</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Se</td><td>6 mcg</td><td>7 – 14 mcg</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Vit C</td><td>26,15 mg</td><td>&nbsp;</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Natrium</td><td>262,23 mg</td><td>Maksimum 300</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Antioksidan</td><td>38,76 %In</td><td>&#8211;</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Alkaloid</td><td>+</td><td>&#8211;</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Saponin</td><td>+</td><td>&#8211;</td><td>&nbsp;</td></tr><tr><td>Steroid</td><td>+</td><td>&#8211;</td><td>&nbsp;</td></tr></tbody></table></figure>



<p>Ket : *Standar Gizi sesuai PP Menkes RI Nomor 51 Tahun 2016 Tentang Standar Produk &nbsp;&nbsp;Suplementasi Gizi</p>



<p>** Standar SNI 6683 Tahun 2014 Nugget ayam</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="769" height="1024" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Nugget1-769x1024.jpg" alt="" class="wp-image-398" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Nugget1-769x1024.jpg 769w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Nugget1-225x300.jpg 225w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Nugget1-768x1022.jpg 768w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Nugget1.jpg 1023w" sizes="(max-width: 769px) 100vw, 769px" /></figure>



<p>Gambar . Nugget daging itik dengan substitusi Jamur tiram dan fortifikasi 2% tepung daun Kelor</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/nugget-daging-itik-dengan-tepung-daun-kelor-sebagai-pangan-fungsional-balita-terdampak-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Teh Kelor (Moringa Oleifera)</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/pembuatan-teh-kelor-moringa-oleifera/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/pembuatan-teh-kelor-moringa-oleifera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 16:07:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[daun]]></category>
		<category><![CDATA[kelor]]></category>
		<category><![CDATA[teh daun kelor]]></category>
		<category><![CDATA[teh kelor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=411</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu pengolahan daun kelor adalah dengan membuat teh daun kelor, baik yang dikemas hanya berupa daun kering atau berbentuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu pengolahan daun kelor adalah dengan membuat teh daun kelor, baik yang dikemas hanya berupa daun kering atau berbentuk serbuk teh.<br>1. <strong>Pemanenan Daun Kelor</strong><br>Mengumpulkan dan memanen daun Kelor segar itu mudah. Ambil saja dedaunan yang masih segar dari cabang pohon; daun kelor sangat mudah untuk dipetik. Tidak diperlukan alat khusus untuk melakukan langkah ini, yang dipilih adalah daun dewasa yang paling hijau dan pastikan untuk memilah dun kelor yang terdapat tanda-tanda kekuningan.<br><br>2. <strong>Pemilihan Daun Kelor</strong><br>Tempatkan daun yang dipanen ke dalam panci kering yang bersih. Kocok daun untuk menghilangkan debu atau sarang laba-laba. Kemudian hati-hati memilih dan membuang kotoran seperti debu, ranting, serangga kecil dan semut.<br><br>3. <strong>Pengeringan Udara</strong><br>Setelah memilah dan membersihkan hasil panenan daun kelor, pindahkan daunnya ke dalam wadah datar yang lebih besar untuk pengeringan udara. Tempatkan wadah di daerah yang teduh dan sejuk.  Pengeringan udara memakan waktu sekitar tiga hari. Setelah hari ketiga, daunnya menjadi layu dan kemudian akan siap untuk dihancurkan.  Jangan mengeringkan daunnya dengan panas matahari langsung. Hal ini penting karena pengeringan matahari bisa mengurangi kandungan gizi daun.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="661" height="198" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.01.20.png" alt="" class="wp-image-413" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.01.20.png 661w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.01.20-300x90.png 300w" sizes="(max-width: 661px) 100vw, 661px" /></figure>



<p>4. <strong>Penghancuran (Jika dijual dalam bentuk bubuk)</strong><br>Siapkan saringan yang bagus dan letakkan daun Kelor yang layu diatasnya. Mulai proses penghancuran dengan goyah menggetarkan daun di saringan. Ini akan menghilangkan lebih banyak kotoran dari daun dan akan menghilangkan tangkai daun yang ditumpahkan selama proses pengeringan.<br><br>5. <strong>Pengeringan Dengan disangrai</strong><br>Penyangraian menghilangkan kelembaban agar daun menjadi rapuh, namun dengan api rendah sekitar 3 menit. Proses ini menonaktifkan enzim oksidatif dan mencegah daun membusuk.  Penerapan panas juga menghentikan pertumbuhan jamur. Ini adalah langkah halus dan perawatan yang tepat harus diikuti untuk memastikan bahwa daun kelor akan mempertahankan rasa dan nilai nutrisinya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="326" height="427" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.03.29.png" alt="" class="wp-image-414" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.03.29.png 326w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.03.29-229x300.png 229w" sizes="(max-width: 326px) 100vw, 326px" /></figure>



<p>6. <strong>Kemasan Dan Penyimpanan</strong><br>Teh daun kelor paling baik disimpan dalam wadah kaca berwarna kencang. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan oksidasi, meningkatkan umur simpan, dan mempertahankan rasa penuh dari minuman. Bisa dengan membeli kantong teh kecil dan mengemasi setiap kantong dengan dua sendok teh daun kering. Jika tidak memiliki kantong teh atau tidak ingin menggunakannya, simpan teh ke dalam wadah kaca. Pastikan untuk menggunakan sendok teh yang benar-benar kering untuk menyendok daun teh.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="788" height="275" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.04.50.png" alt="" class="wp-image-415" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.04.50.png 788w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.04.50-300x105.png 300w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.04.50-768x268.png 768w" sizes="(max-width: 788px) 100vw, 788px" /></figure>



<p>7. <strong>Pembuatan Teh Daun Kelor</strong><br>Saat pembuatan teh daun kelor secara alami, yang terbaik adalah jangan merebus daunnya sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat gizi lengkap dari teh daun Kelor. Yang perlu Anda lakukan adalah curam dua sendok teh teh Kelor dalam air mendidih. Biarkan daunnya diletakkan di bagian bawah cangkir sebelum meminumnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/pembuatan-teh-kelor-moringa-oleifera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budidaya Tanaman Kelor (Moringa oleifera) Dengan Cara stek dan Biji</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/budidaya-tanaman-kelor-moringa-oleifera-dengan-cara-stek-dan-biji/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/budidaya-tanaman-kelor-moringa-oleifera-dengan-cara-stek-dan-biji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 15:52:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=404</guid>

					<description><![CDATA[Pendahuluan Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><a>Pendahuluan</a></h2>



<p>Tanaman kelor (<em>Moringa oleifera</em>) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah 0 sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Kelor dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis pada semua jenis tanah dan tahan terhadap musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan sampai 6 bulan. Kelor adalah tanaman yang ideal untuk tumbuh di areal&nbsp; terbuka atau di pekarangan. Kelor dapat tumbuh di berbagai kelas iklim dan tanah marginal.</p>



<p>Daun kelor sudah teruji secara klinis mampu mengobati berbagai penyakit seperti penyakit jantung, kanker, diabetes alergi, rematik, obesitas dll. Hal itu dikarenakan daun kelor memiliki kandungan Argine, Histidine, Isoleucine, Leusine, Lysine, Methioinine, Phenylalinine, Threonine, Thryptopan, dan Valine. Jadi akan sangat baik untuk mengkonsumsi daun kelor.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Perbanyakan dengan Stek Batang</a></h2>



<p>Pohon kelor banyak dibudidayakan secara mandiri dengan teknik stek. Perbanyakan dengan stek memiliki tingkat keberhasilan bibit bertahan hidup lebih tinggi, Pertumbuhannya lebih cepat dan bibit yang dihasilkan berkualitas tinggi karena serupa dengan induknya.</p>



<p>Perbanyakan dengan batang membutuhkan batang stek dengan tinggi antara 0,5 – 1,5 m disesuaikan dengan kebutuhan dan diameter 4 sampai 5 cm. Penanaman dengan batang stek yang pendek dapat dilakukan pada pekarangan rumah, namun untuk kebun diperlukan batang yang tinggi untuk melindungi tanaman dari ternak.</p>



<div class="wp-block-media-text is-stacked-on-mobile" style="grid-template-columns:15% auto"><figure class="wp-block-media-text__media"><img loading="lazy" decoding="async" width="130" height="154" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.20.21.png" alt="" class="wp-image-405 size-full"/></figure><div class="wp-block-media-text__content">
<p>Batang stek yang digunakan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari enam bulan. Semakin besar lingkaran batang stek semakin besar peluangnya untuk hidup. Penanaman stek dilakukan dengan membuat lubang sedalam 10 – 15 cm dan dihindari melakukan tujak langsung yang dapat merusak bagian kulit ujung batang sehingga mengganggu tempat pertumbuhan perakaran.</p>
</div></div>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada bagian ujung stek dipotong diagonal untuk memperluas bidang pertumbuhan akar sehingga tanaman dapat bertumbuh dengan cepat dan dengan perakaran yang kokoh. Batang stek setelah dipotong tidak boleh dibiarkan lebih dari tiga hari sebelum ditanam. Ketika ditanam, sepertiga dari batang harus terkubur dalam tanah.Waktu penanaman stek batang terbaik adalah pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan. Jarak tanam sangat ditentukan oleh tujuan penanamannya. Bila dimaksudkan sebagai tanaman pagar, maka jarak tanam harus dibuat rapat untuk mencegah masuknya hewan liar kedalam kebun.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tanaman yang berasal dari stek batang, tidak akan memiliki sistem akar yang mendalam dan akan lebih sensitif terhadap angin dan kekeringan. Stek batang juga lebih sensitif terhadap serangan rayap.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perbanyakan dengan batang membutuhkan batang stek dengan tinggi antara 0,5-1,5m. Batang stek yang digunakan sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari enam bulan. Semakin besar lingkaran batang stek semakin besar peluangnya untuk hidup. Penanaman stek dilakukan dengan membuat lubang sedalam 10-15cm, pada bagian ujung stek dipotong diagonal untuk memperluas bidang pertumbuhan akar sehingga tanaman dapat tumbuh dengan cepat dan dengan perakaran yang kokoh.</p>



<p>Batang stek kelor setelah dipotong tidak boleh dibiarkan lebih dari tiga hari sebelum ditanam. Waktu penanaman stek batang terbaik adalah pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan. Jarak tanam sangat ditentukan dengan kebutuhan, jarak yang rapat dibutuhkan untuk pagar hidup dan mencegah masuknya hewan liar kedalam kebun.</p>



<p>Tangkai yang akan dipilih untuk menjadi bibit ialah tangkai yang tidak tua dan juga tidak muda dengan memiliki diameter sekitar 3-5 cm. Pemotongan dilakukan dengan datar supaya area akar yang akan tumbuh menjadi semakin banyak. Masukkan hasil dari portongan tangkai yang akan dijadikan bibit kedalam polybag dan meletakkannya diarea yang teduh, dengan melakukan penyirama ada bibit Kelor</p>



<p>Pilih daerah di mana tanahnya memiliki drainase yang&nbsp;baik. Hal ini membantu untuk mengevakuasi kelebihan air dari tanah dan memungkinkan pertukaran bebas dari gas antara atmosfer dan partikel tanah. Hindari tanah liat yang menjadi lengket ketika basah dan sangat keras saat kering. Hindari pula tanah yang mudah dijadikan sarang rayap.</p>



<div class="wp-block-group is-layout-grid wp-container-core-group-is-layout-1 wp-block-group-is-layout-grid">
<figure class="wp-block-image size-full wp-container-content-1"><img loading="lazy" decoding="async" width="420" height="409" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.31.08.png" alt="" class="wp-image-406" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.31.08.png 420w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.31.08-300x292.png 300w" sizes="(max-width: 420px) 100vw, 420px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-full wp-container-content-2"><img loading="lazy" decoding="async" width="531" height="391" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.30.53.png" alt="" class="wp-image-407" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.30.53.png 531w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.30.53-300x221.png 300w" sizes="(max-width: 531px) 100vw, 531px" /></figure>
</div>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Pembiakan Tanaman Kelor Dengan Biji</a></h2>



<p>Pada metode ini anda harus memastikan mendapatkan biji yang baik dan berasal dari tanaman yang sehat. Caranya dengan mengambil polong kelor yang sudah tua (hampir busuk) kemudian diambil bijinya. Jemur biji kelor tadi dibawah terik matahari selama kurang lebih 5 jam. Setelah kering, ambil dan simpan ditempat sejuk dan kering. Buatlah tempat persemaian dari polybag plastik untuk menumbuhkan biji. Tanam biji dalam polybag lalu tunggu hingga tumbuh. Jika tunas sudah tumbuh dalam polybag maka harus rajin menyiraminya agar tanaman kelor cepat tumbuh.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="919" height="433" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.33.32.png" alt="" class="wp-image-408" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.33.32.png 919w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.33.32-300x141.png 300w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-22.33.32-768x362.png 768w" sizes="(max-width: 919px) 100vw, 919px" /></figure>



<p><strong>Keuntungan metode ini</strong>&nbsp; adalah 1) Didapat bibit tanaman yang unggul dan tahan penyakit sesuai bibitnya dan 2)Pengakaran tanaman lebih sempurna sehingga tanaman akan lebih kokoh. <br><strong>Kekurangan metode ini :&nbsp;</strong>waktu penumbuhan yang lebih lama.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Berikut adalah cara menanam kelor dengan baik:</a></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Memilih Lokasi Lahan Tanam Kelor</em></strong></li>
</ul>



<ol class="wp-block-list"></ol>



<p>Lahan untuk lokasi tanam kelor haruslah memenuhi beberapa kriteria berikut ini diantaranya :</p>



<ol start="1" style="list-style-type:lower-alpha" class="wp-block-list">
<li>Terpapar sinar  matahari langsung minimal 6 jam sehari</li>



<li>Memiliki kandungan air atau dekat dengan sumber air</li>



<li>Memiliki kandungan unsur hara yang cukup</li>
</ol>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Pembersihan dan Penyucihamaan</em></strong></li>
</ul>



<p>Jika didapati banyak gulma (tanaman liar) yang mengganggu pencahayaan dan lain-lain maka segera di bersihkan. Kita dapat&nbsp; memanfaatkan hebrisida jika ingin lebih cepat mematikan gulma pengganggu.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Pembuatan Lubang Tanam</em></strong></li>
</ul>



<p>Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan cangkul dengan diameter 50 – 70 cm&nbsp; dan kedalaman 50 cm.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Pemberian Pupuk Dasar</em></strong></li>
</ul>



<p>Disarankan untuk menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasarnya seperti pupuk kandang atau kompos. Masukkan pupuk organik secukupnya dalam lubang lalu tutup dengan tanah hingga 3/4 lubang. Setelah itu lubang tanam dibiarkan minimal 2 minggu agar pupuk di dalam tanah terurai terlebih dahulu.</p>



<p>Buatlah tempat persemaian dari polybag plastik untuk menumbuhkan biji. Tanam biji dalam polybag lalu tunggu hingga tumbuh. Jika tunas sudah tumbuh dalam polybag maka harus rajin menyiraminya agar tanaman kelor cepat tumbuh. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setelah didiamkan beberapa waktu maka pupuk yang ditimbun tanah dalam lubang pun sudah terurai dengan sempurna menjadi humus dan unsur hara sehingga siap untuk diserap akar tanaman. Bibit kelor yang sudah disiapkan kemudian dipindahkan ke lubang tanam.</p>



<p>Berikut ialah hal-hal penting dalam cara menanam kelor yang harus anda perhatikan:</p>



<ol start="1" style="list-style-type:lower-alpha" class="wp-block-list">
<li>Lakukan penyucihamaan lubang sebelum ditanami menggunakan fungisida, bakterisida dan insektisida tabur</li>



<li>Lakukan penanaman pada sore hari untuk mencegah bibit layu di terik siang</li>



<li>Pastikan plastik polybag dilepas dan tidak ikut tertanam</li>



<li>Segera lakukan penyiraman begitu bibit selesai ditanam</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Penyiapan Lahan</a></h2>



<p>Areal penanaman harus bersih dari rumput-rumputan atau jenis gulma pengganggu lainnya. Jika jarak tanam rapat, tanah harus dibajak dan digaru dengan kedalaman maksimum 30 cm. Namun jika jarak tanam renggang (&gt; 1 m x 1 m), lebih baik untuk menggali lubang dan menutupnya kembali. Hal ini memastikan sistem penetrasi akar yang baik tanpa menyebabkan erosi tanah terlalu banyak (membajak tanah dapat berisiko erosi atau longsor pada saat hujan lebat, angin atau pada tanah dengan kemiringan yang curam. Lubang harus memiliki kedalaman 30 sampai 50 cm dengan lebar 20 sampai 40 cm. Ketika mengisi lubang tanam, campur tanah dengan pupuk kandang atau kompos.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Pemeliharaan</a></h2>



<p>Pohon Kelor cenderung menghasilkan cabang panjang yang tumbuh secara vertikal dan menghasilkan daun dan buah-buahan hanya pada ujung-ujungnya, sehingga hasil panen akan rendah jika pohon dibiarkan tumbuh secara alami. Pohon bisa tumbuh hingga ketinggian sekitar 3 sampai 4 meter pada tahun pertama dan terus sekitar 10-12 m setelahnya.</p>



<p>Oleh karena itu penting untuk bentuk tajuk pohon yang baik ketika pohon masih muda, dengan cara meningkatkan lateral yang bercabang sehingga menciptakan pertumbuhan yang lebat. Memangkas tunas pada batang utama diperlukan bila pohon mencapai ketinggian 50 cm sampai 1 m. Hal ini akan memicu pertumbuhan cabang lateral dan akan mendorong pertumbuhan cabang lateral yang banyak, sehingga meningkatkan hasil dan mengurangi ketinggian pohon. Selain itu, pemangkasan akan mengurangi resiko kerusakan akibat angin kencang dan membuat pemungutan hasil panen lebih mudah.</p>



<p>Pemangkasan bisa dilakukan dengan kuku jari karena batang pohon masih lunak. Bila pohon sudah terlanjur tua atau pemangkasan tidak dilakukan sedini mungkin, batang utama dapat dipotong dengan golok atau gergaji tepat di atas sebuah mata cabang. Pemotongan di ruas batang akan menyebabkan batang busuk sampai pada batas mata cabang dan akan memicu pertumbuhan penyakit dan parasit</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Pemanenan</a></h2>



<p>Pohon kelor memiliki daun majemuk: satu daun terdiri dari beberapa tangkai daun. Apa yang disebut daun Kelor, justru rangkaian tangkai daun yang melekat pada malai yang berasal dari cabang.<br><br>Panen manual tunas dan daun dengan menggunakan gunting stek, sabit atau pisau tajam. Semua tunas harus dipotong pada ketinggian yang diinginkan, yaitu 30 cm sampai 1 m di atas tanah. Pemanen mekanik juga dapat digunakan untuk skala besar, yaitu perkebunan yang produksi daun secara intensif.</p>



<p>Menjaga tingkat kebersihan daun yang dipanen merupakan syarat mutlak. Lakukan panen pada pagi atau sore hari. Penting untuk memastikan tidak ada embun pada daun sebelum panen, terutama di pagi hari, agar daun tidak cepat membusuk selama proses transportasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Perawatan Tanaman Kelor</a></h2>



<p>Perawatan tanaman kelor sebenarnya tidaklah sulit. Yang kita perlu lakukan hanyalah menjaga suplai air, pupuk dan membasmi hama yang mengganggunya. Berikut ialah penjelasan lebih lanjut mengenai cara merawat tanaman kelor.</p>



<p>1. <strong><em>Penyiraman</em></strong><br>Penyiraman dapat dilakukan 5 – 7 hari sekali tergantung kadar air dalam tanah. Jangan sampai tanah disekitar akar pohon menjadi becek dan menggenang air dalam waktu lama karena dapat membusukkan akarnya. Usahakan saja tanahnya selalu basah. Meski tanaman kelor dewasa tetap bisa hidup tanpa disirami, namun dengan dijaga suplai airnya tanaman akan tumbuh lebih subur.</p>



<ol class="wp-block-list"></ol>



<ol style="list-style-type:lower-alpha" class="wp-block-list"></ol>



<p>2.<strong><em>Pemupukan Susulan</em></strong><br>Lakukan pemupukan susulan 1 – 2 bulan sekali untuk menjaga suplai unsur hara dan nutrisi bagi tanaman kelor. Untuk menghemat biaya gunakan pupuk kandang yang dikubur disekitar akar dengan jarak sekitar 50 – 80 cm dari akar tanaman dewasa.</p>



<ol class="wp-block-list"></ol>



<p><strong><em>3. Mengatasi Hama Kelor</em></strong><br>Meski tanaman kelor sendiri tergolong tahan terhadap hama penyerang dimana pohon tidak gampang mati namun serangan hama mampu menurunkan produktivitas tanaman. Untuk itu diperlukan penanggulangan hama begitu terlihat gejala serangan hama pada tanaman kelor.</p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Panen Daun dan Biji Kelor</a></h2>



<p>Panen daun kelor bisa dilakukan jika tanaman sudah tumbuh besar dan menghasilkan banyak daun. Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan pada saat panen daun kelor seperti berikut ini:</p>



<p>Hal-hal yang perlu diperhatikan :</p>



<ol start="1" style="list-style-type:lower-alpha" class="wp-block-list">
<li>Gunakan gunting, sabit atau alat tajam lainnya untuk memanen daun guna menghindari kerusakan pada tanaman kelor</li>



<li>Lakukan pemanenan pada pagi  menjelang siang agar luka tanaman cepat kering diterik siang</li>



<li>Pastikan daun kelor yang dipanen dalam kondisi kering agar tidak cepat busuk saat disimpan atau dikirim. Bila perlu dijemur terlebih dahulu</li>
</ol>



<p>Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk Panen Biji Kelor:</p>



<ol start="1" style="list-style-type:lower-alpha" class="wp-block-list">
<li>Pilih hanya buah/polung yang sudah matang untuk dipanen. Ciri-cirinya adalah buah/polong sudah berwarna coklat kering dan dapat dengan mudah untuk dibuka kulitnya.</li>



<li>Biji yang diambil bisa dijemur dahulu 3-5 jam baru kemudian disimpan ditempat sejuk dan kering</li>



<li>Jangan memanjat pohon saat memanen buahnya karena dahan dan cabang kelor mudah patah. Gunakan galah panjang untuk memudahkan panen buahnya.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading"><a>Cara Membasmi Hama Pada Pohon Kelor</a></h2>



<p>Jenis-jenis hama tanaman kelor dan cara penanggulangannya ialah :</p>



<p><strong>1. Hama Serangga</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ini yang paling umum menyerang tanaman kelor. Beberapa serangga seperti ulat, belalang, rayap dan larva uret sering menyerang tanaman sehingga  menghambat pertumbuhan  dan mengurangi hasil produksi tanaman. Gunakan insektisida alami seperti air rendaman tembakau atau jika serangan hama serangga terlalu kuat maka bisa menggunakan insektisida yang dijual di toko-toko pertanian yang disesuaikan dengan jenis serangganya.</li>
</ul>



<p><strong>2. Hama Jamur</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Inilah alasannya mengapa penting untuk memberikan fungisida pada lubang tanam sebelum ditanami kelor. Serangan jamur akan sulit diatasi bila menyerang bagian akar. Gejala akar tanaman yang terserang jamur ialah tanaman akan tampak layu dimana batang dan daun perlahan-lahan mengering dan akhirnya mati.</li>



<li>Meski masih bisa dilakukan pengkocoran fungisida di area pengakaran  jika muncul gejala serangan jamur pada akar, akan tetapi lebih baik mencegahnya sedari awal. Area lain yang diserang jamur ialah daunnya yang mana akan timbul bercak-bercak kecoklatan pada bagian yang terserang jamur. Gunakan fungisida yang dapat dengan mudah anda beli di toko-toko pertanian untuk mengendalikan hama jamur yang menyerang bagian tanaman.</li>
</ul>



<p><strong>3. Hama Bakteri</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Meski jarang terjadi, namun bukan berarti tak mungkin akar tanaman kelor terserang bakteri. Penting untuk menjaga kondisi tanah di area perakaran agar tidak becek atau menggenang air. Hal ini agar bakteri patogen tidak membusukkan akar dan akhirnya mematikan tanaman. Gejala yang muncul  bila tanaman terserang bakteri hampir sama dengan gejala serangan jamur pada akar.</li>



<li>Hanya saja tanaman akan lebih cepat mati bila terserang bakteri. Cara menagani hama pada daun kelor: Kocorkan bakterisida jika muncul gejala serangan. Jaga area tanah agar tidak menggenang air sekaligus lakukan penyiangan  secara teratur disekitar tanaman kelor.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><a>&nbsp;</a></h2>



<h2 class="wp-block-heading">Tips Sukses Menanam Kelor</h2>



<p>Berikut ada beberapa tips agar hasil panen kelor lebih optimal:<br>Semprotkan pupuk organik cair pada daun kelor agar pertumbuhan daun menjadi rimbun. Otomatis hasil panen meningkat.<br>Semprotkan ZPT auksin agar tunas dan cabang baru cepat tumbuh sehingga interval panen lebih cepat Berikan NPK dan Kalsium sebagai pupuk dasar ataupun susulan agar pertumbuhan tanaman lebih cepat, sehat dan kuat. Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan. Dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, dan rasanya enak. Dengan penambahan daun Kelor (Marunggai) menurunkan kandungan Kolesterol Telur sampai hanya 1/3 nya saja. Dengan penambahan daun Kelor (Marunggai) menambah antioksidan Telur asin mencegah Kanker.</p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/budidaya-tanaman-kelor-moringa-oleifera-dengan-cara-stek-dan-biji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Telur Asin Kelor (Moringa Oleifera)</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/pembuatan-telur-asin-kelor-moringa-oleifera/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/pembuatan-telur-asin-kelor-moringa-oleifera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 16:17:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[asin kelor]]></category>
		<category><![CDATA[telur asin kelor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=417</guid>

					<description><![CDATA[Manfaat Telur Asin Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan. Dengan pengasinan rasa amis telur akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Manfaat Telur Asin</strong><br><br>Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan. Dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, dan rasanya enak. Dengan penambahan daun Kelor (Marunggai) menurunkan kandungan Kolesterol Telur sampai hanya 1/3 nya saja. Dengan penambahan daun Kelor (Marunggai) menambah antioksidan Telur asin mencegah Kanker.<br><br><strong>Bahan Telur Asin</strong>:<br><br>1.  10 butir Telur Itik Yang Sudah bersih Dan Diamplas<br>2. 6 gram Tepung daun Kelor<br>3. atau 30 gram daun kelor segar<br>4. 400 gram bata halus<br>5. 400 gram abu gosok<br>6. 200 g garam halus<br>7. air secukupnya atau air seduhan daun Kelor yang sudah dingin<br>8. 500 ml Air + 100 g garam<br><br><strong>Cara Membuat Telur Asin</strong>:<br>Siram daun Kelor dengan air panas, jika hanya memakai air, langsung campurkan dengan garam halus, setelah air dingin masukkan telur itik  yang telah dibersihkan dan diamplas. Jika pakai media, air seduhan daun Kelor atau Tepng Daun  Kelor diaduk rata dengan bata halus dan abu gosok, kemudian dilumuri diseluruh permukaan telur itik yang sudah dibersihkan dan diamplas. Peram selama minimal 7 hari atau sesuai tingkat keasinan yang diinginkan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="739" height="628" src="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.13.43.png" alt="" class="wp-image-418" srcset="https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.13.43.png 739w, https://kesatryabesti.com/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot-2024-07-19-at-23.13.43-300x255.png 300w" sizes="(max-width: 739px) 100vw, 739px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/pembuatan-telur-asin-kelor-moringa-oleifera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suplemen Ikan Gabus Bantu Atasi Stunting</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/suplemen-ikan-gabus-bantu-atasi-stunting/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/suplemen-ikan-gabus-bantu-atasi-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 05:28:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=84</guid>

					<description><![CDATA[Upaya peningkatan status gizi anak-anak saat ini menjadi prioritas pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Pemberian pangan tambahan dengan suplemen ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Upaya peningkatan status gizi anak-anak saat ini menjadi prioritas pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Pemberian pangan tambahan dengan suplemen ikan gabus terbukti bisa mendukung tumbuh kembang anak. Hal itu dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu daerah prioritas pengentasan stunting. Dalam penelitian itu, 37 persen balita stunting berhasil masuk dalam kategori normal dan 14,2 persen mengalami perbaikan pertumbuhan setelah 6 bulan diberi suplemen ikan gabus bersama dengan makanan tambahan biskuit bergizi yang jadi program Kementrian Kesehatan. Berdasarkan standar pengukuran pertumbuhan yang diterapkan WHO, balita yang dipantau dalam studi ini mengalami peningkatan pesat dalam penambahan berat badan dan tinggi badan. Pertumbuhan terbaik terjadi dalam grup balita yang menerima hanya suplemen ikan gabus. Suplemen ikan gabus yang diberikan juga memiliki efek yang meningkatkan selera makan.</p>



<p>“Penelitian ini sangat bermanfaat, terutama untuk Kabupaten Serdang Bedagai, tahun lalu terjadi penurunan angka stunting dari 21 persen menjadi 14 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai, Dr. Yohnly Boelian Dachban. Penelitian di Serdang Bedagai itu dilakukan melalui kerjasama Dinas Kesehatan dan Bioinformatics &amp; Data Science Research Center (BDSRC), Universitas Bina Nusantara. Sementara itu suplemen ikan gabus diproduksi dan didistribusikan oleh PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kepada penduduk lokal Serdang Bedagai. Hasil penelitian juga dipublikasikan di jurnal ilmiah Scientific Reports.</p>



<p></p>



<p>Artikel ini telah tayang di <a href="https://www.kompas.com/">Kompas.com</a> dengan judul &#8220;Suplemen Ikan Gabus Bantu Atasi Stunting&#8221;, Klik untuk baca: <a href="https://health.kompas.com/read/24F07200900768/suplemen-ikan-gabus-bantu-atasi-stunting">https://health.kompas.com/read/24F07200900768/suplemen-ikan-gabus-bantu-atasi-stunting</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/suplemen-ikan-gabus-bantu-atasi-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayo Peduli Partisipasi dan Pahami Cegah Stunting</title>
		<link>https://kesatryabesti.com/ayo-peduli-partisipasi-dan-pahami-cegah-stunting/</link>
					<comments>https://kesatryabesti.com/ayo-peduli-partisipasi-dan-pahami-cegah-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kesatryabesti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 05:12:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita dan Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kesatryabesti.com/?p=71</guid>

					<description><![CDATA[Apa itu Stunting? Stunting&#160;adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading">Apa itu Stunting?</h3>



<p><em>Stunting</em>&nbsp;adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (PB/U atau TB/U). Tinggi badan hanya penunjuk fisik, namun dampak lain yang tak kalah mengkhawatirkan dari stunting adalah hambatan perkembangan kognitif dan motorik serta gangguan metabolik pada saat dewasa sehingga berisiko menderita penyakit tidak menular.</p>



<p>Banyak orang berpikir bahwa tinggi seorang anak bergantung pada faktor genetik (keturunan) dan tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah atau memperbaikinya. Padahal, stunting disebabkan karena seseorang tidak mendapatkan asupan bergizi dalam jumlah yang tepat pada jangka waktu yang lama (kronik). Sehingga, <em>stunting&nbsp;</em>sebenarnya dapat dicegah dengan asupan gizi yang memadai, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.</p>



<p>Secara global, stunting berkontribusi sebesar 15-17 persen pada kasus kematian anak. Anak yang stunting akan mengalami kesulitan belajar sehingga kurang berprestasi di sekolah dan kurang produktif saat dewasa. Stunting dapat menurunkan penghasilan sebanyak 20 persen. Hal ini menjadikan mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup sehingga terus berada dalam kemiskinan.</p>



<p>Angka stunting yang besar di Indonesia merupakan masalah serius. Artinya, negara memiliki jutaan anak kurang gizi yang kesulitan berprestasi di sekolah serta kurang mampu mendapatkan cukup penghasilan saat dewasa sehingga sulit berkontribusi untuk membangun ekonomi bangsa. Oleh karena itu, stunting menjadi salah satu ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kesatryabesti.com/ayo-peduli-partisipasi-dan-pahami-cegah-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
